Denpasar – PMI Provinsi Bali terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan PT Wateroam Technologies Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi penyaringan air untuk kebutuhan darurat dan kemanusiaan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada Selasa (2/6/2026), perwakilan PMI Kabupaten Klungkung yang terdiri dari dua orang staf Posko PMI Kabupaten Klungkung mengikuti kegiatan Pengenalan Produk Filter Air Wateroam yang diselenggarakan oleh PMI Provinsi Bali di Markas PMI Center Provinsi Bali, Jalan Trengguli I Nomor 27, Penatih, Denpasar.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan PMI dari seluruh kabupaten/kota se-Bali dengan masing-masing PMI mengirimkan dua orang peserta. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai teknologi filter air Wateroam, mulai dari fungsi, cara penggunaan, perawatan, hingga penerapannya dalam situasi tanggap darurat bencana.
Dalam pemaparannya, tim dari PT Wateroam Technologies Indonesia menjelaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar yang sering menjadi tantangan saat terjadi bencana. Kerusakan sarana dan prasarana akibat bencana kerap menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan sumber air yang aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, teknologi penyaringan air yang praktis, mudah dioperasikan, dan mampu menghasilkan air layak konsumsi menjadi salah satu solusi penting dalam mendukung pelayanan kemanusiaan di lapangan.
Selain sesi penyampaian materi, peserta juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi penggunaan alat filter air Wateroam secara langsung. Dalam sesi ini, peserta diperlihatkan proses penyaringan air, tata cara pengoperasian alat, serta langkah-langkah perawatan untuk memastikan alat dapat digunakan secara optimal saat kondisi darurat.
Perwakilan PMI Kabupaten Klungkung menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas personel di bidang kesiapsiagaan dan respons bencana. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendukung pelaksanaan tugas kemanusiaan, khususnya ketika masyarakat terdampak bencana mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
“Kegiatan ini memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi personel PMI terkait pentingnya penyediaan air bersih dalam situasi darurat. Teknologi seperti Wateroam dapat menjadi salah satu solusi yang mendukung pelayanan kemanusiaan agar lebih cepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana,” ujar Putu Dean, peserta dari PMI Kabupaten Klungkung.
Melalui kegiatan ini, PMI Provinsi Bali berharap seluruh personel PMI di tingkat kabupaten/kota semakin siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas personel, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara PMI dan berbagai mitra strategis dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana serta mewujudkan pelayanan kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
