KLUNGKUNG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung resmi membuka Pelatihan Tutor Sebaya Tingkat Madya PMR-PMI Kabupaten Klungkung Tahun 2026. Kegiatan yang berpusat di Markas PMI Kabupaten Klungkung ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Selasa hingga Kamis, 23–25 Juni 2026.
Tepat pada hari ini, Selasa (23/6/2026), acara pembukaan berlangsung dengan khidmat. Agenda penting ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus, kepala markas, serta staf markas PMI Kabupaten Klungkung. Pelatihan kali ini melibatkan generasi muda potensial, di mana setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Klungkung daratan mengirimkan 2 orang perwakilan terbaiknya. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 26 peserta antusias mengikuti jalannya pelatihan.
Dalam sambutannya, Pengurus Bidang Pelatihan dan Diklat PMI Kabupaten Klungkung, I Gusti Ketut Kaler, menekankan pentingnya peran remaja dalam menyebarkan misi kemanusiaan. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menciptakan generasi yang unggul, yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga mampu menularkan ilmu serta nilai-nilai positif yang didapat kepada teman-teman sebayanya, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas,” ujar I Gusti Ketut Kaler, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut.
Memasuki hari pertama, para peserta langsung disuguhkan dengan berbagai materi esensial untuk mengasah kapasitas mereka sebagai calon fasilitator yang handal. Materi-materi tersebut disampaikan langsung oleh para narasumber berkompeten dari internal PMI Kabupaten Klungkung.
Fokus utama pembekalan hari ini meliputi penguatan pemahaman mengenai gerakan kepalangmerahan dan pembentukan profil fasilitator yang efektif agar para peserta memiliki karakter tutor yang adaptif serta menarik. Selain itu, adik-adik peserta juga dilatih dalam keterampilan komunikasi untuk menunjang kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta dibekali berbagai metode pembelajaran yang seru dan interaktif agar nantinya siap diterapkan saat berbagi ilmu di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak rasa percaya diri, kepemimpinan, serta keterampilan teknis para peserta dalam peran mereka sebagai pendidik sebaya. Kedepannya, 26 peserta ini ditargetkan mampu menjadi role model atau agen perubahan yang aktif menyebarkan virus kemanusiaan dan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Dengan tutor sebaya yang berkualitas, regenerasi anggota PMR di tingkat sekolah diyakini akan berjalan lebih mandiri, kreatif, dan berkesinambungan demi melahirkan kader muda yang siap menjadi garda terdepan aksi sosial di masa depan.
