KLUNGKUNG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung bersama Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Klungkung kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi donor darah sukarela pada Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan kali ini giliran SMA Pariwisata PGRI Dawan Klungkung yang menjadi tuan rumah pelaksanaan sosialisasi donor darah sukarela. Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh sedikitnya 50 orang peserta yang terdiri dari siswa dan warga sekolah.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala PDDI Kabupaten Klungkung dan dilanjutkan oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan singkat dari Sekretaris PMI Kabupaten Klungkung mengenai kebijakan dan peran PMI dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya dalam pelayanan donor darah kepada masyarakat. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk memahami bahwa donor darah bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.
Materi utama dalam sosialisasi kali ini dibawakan langsung oleh Kepala UTD PMI Kabupaten Klungkung dr. Komang Parwata, Sp.PK., SubSp.B.D.K.T. (K). Dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme, narasumber memberikan pemahaman mengenai pentingnya donor darah, manfaat donor darah bagi kesehatan, syarat menjadi pendonor, hingga proses donor darah yang aman dan nyaman.
Selain memberikan edukasi, para peserta juga diajak untuk mulai menumbuhkan rasa kepedulian sosial dengan berpartisipasi aktif sebagai pendonor darah sukarela. Edukasi sejak usia muda dinilai sangat penting guna membentuk generasi yang memiliki jiwa kemanusiaan dan kesadaran untuk membantu sesama.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Klungkung berharap dapat menumbuhkan kesadaran dini di kalangan generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan donor darah serta tergerak untuk secara sukarela mendonorkan darahnya di masa mendatang. Dengan semakin banyaknya pendonor muda, diharapkan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan dapat terus terpenuhi.
