Klungkung — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung terus berkomitmen meningkatkan kapasitas generasi muda melalui edukasi dan keterampilan kepalangmerahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian materi Pertolongan Pertama (PP) kepada anggota PMR Madya SMP Negeri 2 Semarapura dalam rangkaian kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 2 Semarapura ini diikuti oleh 77 anggota PMR. PMI Kabupaten Klungkung hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar Pertolongan Pertama kepada para peserta.
Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik. Melalui praktik tersebut, peserta diajak untuk memahami dan mencoba secara langsung berbagai teknik dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat.
Antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan terlihat sangat besar, terutama saat memasuki sesi praktik. Para anggota PMR tampak aktif mengikuti setiap arahan, mencoba teknik yang diberikan, serta bersemangat untuk mempraktikkan keterampilan Pertolongan Pertama secara langsung. Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif dan penuh semangat.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memberikan pertolongan secara tepat, cepat, dan aman, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sesi praktik juga menjadi sarana untuk melatih keberanian, ketenangan, serta kemampuan peserta dalam mengambil tindakan ketika berhadapan dengan situasi yang membutuhkan pertolongan.
Keterlibatan PMI dalam kegiatan Persami menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Palang Merah Remaja (PMR) sebagai wadah pembinaan generasi muda yang peduli, tanggap, dan memiliki semangat kemanusiaan.
Melalui edukasi dan praktik yang diberikan, PMI Kabupaten Klungkung berharap keterampilan Pertolongan Pertama dapat menjadi bekal berharga bagi para anggota PMR. Tidak hanya sebagai kemampuan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter untuk senantiasa peduli dan siap membantu sesama.
Sebab, pertolongan pertama bukan sekadar tentang keterampilan, tetapi tentang kepedulian untuk hadir ketika orang lain membutuhkan.
